MENCIUM AL-QUR’AN

Pertanyaan : Saya pernah melihat apa yang belum pernah saya dengar dan belum saya lihat sebelumnya, yaitu mencium Al- Qur’an seperti mencium orang

Jawaban : Alhamdulillah wahdah, segala puji hanya milik Allah semata. Semoga Sholawat dan salam senantiasa dicurahkan kepada Rosul- Nya beserta keluarga dan para sahabatnya. Wa ba’d.

Hanya Allah- lah yang kuasa member petunjuk. Semoga Sholawat dan salam dicurahkan kepada Nabi kita Muhammad, juga keada keluarga dan para sahabatnya.

(Al- Lajnah ad- Daimah lil Buhuts al- Ilmiyah wal Ifta’. Pertanyaan kedua belas dari fatwa no. 4172)


Pertanyaan : kami perhatikan bahwa sebagian orang ketika akan membaca Al- Quran, mereka mencium mushaf dan mengusapkan pada kedua matanya dan wajahnya. Apakah itu ada tuntunannya dalam syariat? Kami mohon jawabannya.

Jawaban : Alhamdulillah wahdah, segala puji hanya milik Allah semata. Semoga Sholawat dan salam senantiasa dicurahkan kepada Rosul- Nya beserta keluarga dan para sahabatnya. Wa ba’d.

Kami tidak mengetahui adanya dasar tersebut dalam syariat yang suci.

Hanya Allah- lah yang kuasa member petunjuk. Semoga sholawat dan salam dicurahkan kepaa Nabi kita Muhammad, juga kepada keluarga dan para sahabatnya.

(Al- Lajnah ad- Daimah lil Buhuts al- Ilmiyah wal Ifta’. Pertanyaan kedua belas dari fatwa no. 4172)

Sumber buku : Ensiklopedia BID’AH . ( Hammud bin Abdullah al- Mathar)

Berilah Hadiah Ini kepada Dirimu kemudian kepada Kedua orangtuamu.

Sahabat semua,

Imam Ahmad dalam Al- Musnad (V/ 348) Rahimahullah mengeluarkan hadits dengan sanad hasan dari Buraidah Radhiyallahu anhu yang berkata : Suatu ketika saya duduk dihadapan Nabi Sallallahu Alaihi Wa sallam lantas saya mendengar beliau  bersabda, “pelajarilah surat Al- Baqarah, karena mengambilnya merupakan barakah, meninggalkannya merupakan kerugian, dan para tukang sihir tidak mampu mengilmuinya.” Kemudian beliau diam sesaat. Kemudian beliau bersabda,” pelajarilah surat Al- Baqarah dan Ali Imran, karena keduanya adalah Az- zahrowan yang akan menaungi orang yang pemiliknya pada hari kiamat, seakan- akan dua gumpalan awan atau dua kelompok burung yang berbaris. Sesungguhnya Al- Quran akan menjumpai pemiliknya pada hari kiamat ketika ia dibangkitkan dari kuburnya, seperti seorang pria berkulit kuning, lantas berkata kepadanya, “ apakah engkau mengenalku?” Ia menjawab, “ aku tidak mengenalmu.” Ia berkata, Aku adalah Al- Quran, sahabatmu yang telah membuatmu kehausan disiang hari dan tidak tidur di malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang berada di belakang dagangannya, sedangkan engkau pada hari ini berada di belakang semua perdagangan. Lantas ia diberri kerajaan dari arah kanannya dan keabadian dari arah kirinya, kemudian diletakkanlah diatas kepalanya Tajul Waqor (Mahkota kebesaran) dan kedua orang tuanya dikenakan pakaian dimana seluruh penduduk dunia dibuat berdiri menghormati keduanya, lantas keduanya bertanya,”apakah yang membuat kami memperoleh ini?” dijawab,” karena Anak kalian mengambil Al- Quran.” Kemudian dikatakan, “ bacalah dan dakilah tingkatan- tingkatan dan ruangan- ruangan syurga.” Ia terus naik selama membacanya secara cepat maupun secara tartil..”

(dikutip: Buku Fiqih Birrul Walidain, karangan Mushthofa bin Al- Adawi)

Kami Sekeluarga mengucapkan “تقبل الله منا ومنكم  “Taqabbalallahu minna wa minkum” (Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian).

Mohon maaf lahir dan batin

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mempertemukan kita  semua dengan bulan Ramadhan di tahun depan. Amiin ^_^

Ahlan Wa Sahlan Ya Ramadhan

Read more…

Bolehkah Menikahi Saudara Sesusuan?

Rasulullah bersabda, “Diharamkan dari saudara sesusuan segala sesuatu yang diharamkan dari nasab”.HR. Bukhari dan Muslim Read more…

Keutamaan Berdo’a Pada Hari Jum’at

Read more…

Mengucapkan Allahu A’lam Bila Tidak Tahu

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur. (An-Nahl: 78) Read more…

Tidurlah Sesuai Dengan Tuntunan Nabimu

Sesungguhnya  seorang  muslim  memandang  tidur  sebagai  nikmat  Allah  yang

diberikan kepada hamba­Nya. Allah berfirman yang artinya, “Dan karena rahmat­Nya, Dia

jadikan untukmu malam dan  siang,  supaya kamu beristirahat pada malam  itu dan  supaya  kamu

mencari  sebahagian  dari  karunia­Nya  (pada  siang  hari)  dan  agar  kamu  bersyukur  kepada­Nya”.

(QS. al­Qashshash: 73). Dan Firman Allah  ta’ala yang artinya, “Dan Kami  jadikan  tidurmu

untuk istirahat” (QS. an­Naba: 9). Read more…

Ucapan “Shodaqallahul adzim”

Dasar agama Islam ialah hanya beramal dengan Kitabullah dan Sunnah rasulNya. Keduanya adalah sebagai marja’ –rujukan- setiap perselisihan yang ada di tengah-tengah kaum muslimin. Siapa yang tidak mengembalikan kepada keduanya maka dia bukan seorang mukmin. Allah berfirman, “Maka demi Rabmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS An Nisa : 65). Read more…

Bisakah untuk Mengendalikan Marah??

1. ARTI MARAH

sendiri secara psikologis adalah fenomena emosional. Marah sendiri berarti bentuk ekspresi manusia melampiaskan ketidakpuasan, atau kekecewaan , atau kekesalannya, ketika terjadi gejolak emosional yang tidak terkendalikan. Jika emosi itu dipilih menjadi emosi positif dan negative, maka marah merupakan emosi negative yang terangkat naik, sedangkan emosi negative yang cenderung turun / jatuh akan berwujud dalam bentuk sedih, takut, khawatir dll. Emosi negative yang bergerak turun- naik yang bergerak dengan cepat dan tajam ini biasanya disebabkan karena keterbatasan. Manusia mengendalikan perasaan(stabilitas emosi), tatkala terjadi sesuatu yang bertentangan dengan keinginan manusia pada waktu itu. Di dalam konsep agam Islam stabilitas emosi manusia dipengaruhi oleh dua factor yaitu factor bisikan Malakiyah dan factor Syaithaniyah. Bisikan malakiyah dipengaruhi oleh factor- factor kebaikan yang bersumber dari malaikat dan pemahaman, serta pengalaman orang terhadap nilai- nilai agama. Sedangkan bisikan Syaithaniyah lebih dipengaruhi oleh factor- factor keburukan yang bersumber dari setan , dan pemahaman serta pengalaman orang mengikuti hawa nafsunya. Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya marah itu dari setan, sedangkan setan di ciptakan dari api.


  1. BENTUK- BENTUK MARAH
    1. Kesal/ mangkel

Hal ini merupakan efek dari rasa kekecewaan karena terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan mainusia, yang kebetulan pada saat itu perasaan manusia sedang tidak stabil, sehingga dia tidak sanggup menerima kekecewaan itu. Kesal dan mangkel hanya dirasakan oleh orang yang sedang mengalaminya, karena gejolak ini ada berada dalam hati manusia. Kesal dan mangkel yang b rlebihan dan berlangsung lama sangat BERBAHAYA PADA KESEHATAN TUBUH MANUSIA, ia bisa menjadi racun yang sangat berpotensi mengurangi daya tahan tubuh manusia, dampak psikisnya bisa mengalami stress, atau parah lagi menjadi stoke serta tidak nyaman dalam menjalani hidup.

  1. Menumpahkan kata- kata yang tidak baik

Marah dalam bentuk ini sedikit bisa menghilangkan rasa mangkel / kesal namun snagat berbahaya bagi orang yang mendengar atau orang yang sedang dimarahi.

  1. Diam dan bermuka masam

Fenomena marah yangberasal dari hati yang kesal dan dongkol terhadap klenyataan yang tidak sesuai dengan harapannya. Sebetulnya ini bagian dari pengendalian marah yang tidak berkata- kata buruk dan tidak memukul, tetapi cara seperti ini juga belum termasuk cara pengendalian marah yang baik, karena diam seribu bahasa dan bermuka masam masih masuk ke dalam kategori marah. Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.