Bunda… Kenapa Engkau Menangis?

( Karya ini dituliskan untuk Ibunda,….. Semua Ibu yang mengharapkan bahagia untuk buah hatinya. Salam bahagia untuk mu wahai Ibunda yang tetesan air matanya lebih berharga dibandingkan berlian manapun, tetesan darahnya lebih berharga dari emas, tetesan peluhnya lebih berharga dari pada mutiara….. dan baktinya lebih berharga dari pada Dunia dan Seisinya )

Suatu ketika ada seorang anak laki- laki yang bertanya kepada Ibunya. Sebut saja ia Safwan. “ Ibu mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab : “ Sebab Ibu adalah seorang Wanita , wahai anakku”. “ Aku tidak mengerti” kata si Anak lagi. “ Ibunya hanya tersenyum dan memeluk erat anaknya tadi. “ Nak, engkau memang tidak akan pernah mengerti.

Kemudian , anak itu bertanya pada Ayahnya. “ Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibumu menangis tanpa ada sebab yang jelas”. Kata Ayahnya. Semua wanita memang menangis tanpa alasan.” Hanya Itu jawaban yang bisa dilontarkan oleh Ayah Safwan.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, Ya Allah kenapa Wanita mudah sekali untuk menangis ?

Dalam mimpinya Tuhan menjawab :” Saat Ku ciptakan Wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.

Ku ciptakan bahunya agar dapat menahan seluruh beban dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Ku berikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walaupun sering kali ia menerima cercaan dari Anaknya.

Ku beri keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sedang berputus asa.

Pada wanita, Ku beri kesabaran untuk merawat keluarganya walaupun letih , sakit , lelah tanpa berkeluh kesah.

Ku berikan wanita perasaan peka dan kasih sayang , untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi apapun dan situasi apapun.Walaupun tak jarang anak- anaknya melukai perasaannya; melukai hatinya.

Perasaan ini pula yang memberikan kehangatan pada bayi- bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap lembut oleh nya.

Ku berikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa- masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukankah tulang rusuk yang melindungi jantung dan hatinya agar tidak terkoyak ?

Ku berikan kepadanya kebijaksanaan dan kemapuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tidak melukai istrinya. Walaupun, seringkali kebijkasanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suaminya agar tetap berdiri , sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan Akhirnya kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang Khussu Ku berikan kepada wanita, agar dapat ia gunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah yang merupakan kelemahan yang dimiliki wanita.Walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan.

Mari Dekatkan lah diri kita kepada Ibu kita ( bagi yang Ibunya masih hidup), dan temukanlah Syurga- Nya…… Karena syurga ada di telapak kaki ibu.

Ibu, doakan kami anakmu yang sedang melangkah menjalani hari , menjemput cita

Ibu doakanlah kami semua kan melangkah, menjalani hari menjemput harap

Ibu lepaskanlah kami ke laut biru akan kami arungi akan kami hadapi

Doa mu Ibu, selalu kami nanti

Mohon pada Allah Rabbi , agar beserta anak- anakmu…………..

Doa mu Ibu, tulus dan suci dari relung hati

Doakan kami anakmu, agar tetap selalu memuliakan engkau

Betapa ikhlas engkau menyanyangi anakmu

Jiwa mu tulus memelihara kami

Engkau merawat kami sejak kami kecil………..

Kami anakmu… kirimkan doa yang tulus untuk Engkau, semoga Ibu disana dalam naungan- Nya….

Allahummagfirli wa liwa lidayya warhamhuma kama Robbayani Soghiroo… ( amien)

Kami bawakan kado u/ Engkau Wahai Ibu…. ‘ DOA’ semoga engkau selalu b’bahagia

Ucapan selamat Untuk Saudari Seperjuangan yang telah di Wisuda tanggal 23 Desember 2008

1. Ibu Eni Ernawati

2. T’ Asih ( S1 Pend. B. Inggris ’04)

3. T’ Heni Nur Aini ( S1 Psi. Pend & Bimbingan’ 04)

4. T’ Dona ( S2 TP)

5. Mba’ Rosewati (Bio’04)

6. Mba’ Purnamawati (Kimia’04)

7. Mba’ Pooh ( Pend. Mat’ 04)

8. Mba’ Pi”t ( Kimia ’04)

Ucapan selamat pula untuk : Mba’ Rindra ( Psi. UGM ’04) Yang telah mendapatkan barakah

Semoga Allah selalu menaungi dalam setiap langkah perjuangan… Untuk kesuksesan dunia dan akhirat kelak…..

Amien….