Kenali Karakteristik Anak (Umur 5- 12 Tahun)

Santri !!!!…. Baca Iqronya dulu. Mainnya nanti!!!!. Hey…. Jangan kejar- kejaran, aduh… tuh kan ada yang jatuh. Sini- sini, sini….. kalian apa- apaan sich. Ujar seorang Ustadz yang sepertinya geram dengan perilaku santrinya. lIhat… si Santri itu tidak menghiraukan ucapan Ustadznya… Duh, ini anak. Padahal Ustadznya sedang sakit gigi. sakitnya..

Diujung yang berbeda, terlihat lagi tiga orang Ustadzah yang sepertinya juga kewalahan mengendalikan perilaku santrinya yang suka mukul teman- temannya. Rame jadinya….. tangis pun pecah. Bak pasar yang sedang menjual barang- barangnya, adalagi perilaku santri yang sedang rebut minta jajan temannya, dengan menyuguhkan ancaman. Kalau tidak ngasih, nanti pulang tidak akan aman (alias dihadang). Mereka mulai berulah.

Lihat… lihat, dikelas yang berbeda. Dengan didampingi Ustadz, kelas ini terlihat kalem sekali. Santrinya diam semua. Tidak ribut, tidak ada yang bermain, tidak ada yang bergurau, tidak ada yang nangis. Ada apa ya dengan kelas ini…??. Anak- anaknya kecil- kecil sekali. Dibawah 5 tahun rupanya. Wuissss….. pada tenang- tenangan toh. Oya… kan mau pada pulang ya…. Pantesan senyap. Diamnya jika mau pulang .

Sahabat semua, cerita diatas pasti terlihat seru jika sudah pernah mengalami nya sendiri. Bagi para Ustadz/ zah pasti akan sering menghadapi perilaku santrinya yang macam itu. Tapi, sebenarnya Sahabat semua pasti tahu, anak- anak itu ternyata ditinjau dari segi perkembangan umurnya dari umur 5 tahun- 12 tahun akan memiliki perilaku yang berbeda dengan anak- anak yang umurnya tidak sama… (Apa benar????). Lihat saja( bagi yang punya adik kecil / anak/ keponakan/ anak tetangga… dll) perilaku yang lebih dominan akan berbeda.

Bismillahirrohmanirrohim..

Coba pahami mereka dimasing- masing usia berikut ini :

Umur lima tahun

Apapun yang ada disekitar nya, pada anak umur ini ia akan mempunyai keinginan untuk “ menguasai” dan “ mengendalikan”. Ini menunjukkan bahwa egonya sangat tinggi. Emm… namun meskipun egonya tinggi , ia sudah dapat bekerjasama lho… dan sudah dapat bermain secara kelompok.

Sama seperti anak usia sebelumnya, belum bisa berpikir secara logis tetapi sudah bisa menentukan pilihan. Walaupun pilihannya mungkin saja hanya berdasarkan perasaan saja, tanpa pertimbangan lain.

Anak usia ini, selain belum logis ia juga masih bersifat imitasi, bahkan semakin canggih. Bahkan , apa yang oleh para ahli disebut sebagai imitation behavior ( peniruan tingkah laku berdasarkan ap ayang dilihat) semakin tambah kuat.

Stimulasi yang dapat diberikan :

Kita bisa mengajak mereka untuk melakukan kegiatan semacam perlombaan yang menyenangkan. MIsalkan lomba mengumpulkan biji- bijian, kerikil ataupun yang lainnya , dan yang terbanyak menjadi pemenang. Tapi jika anak lebih dari satu, usahan semuanya menjadi pemenang. Yang sedikit dalam mengumpulkan , kita cari keunggulan lainnya. Misalkan cari keunggulan dalam keunikan, kerapian, kehalusan dan lain-lain.

Umur enam tahun

Pada umur ini, logika anak sudah jalan, tetapi kadang kuatnya rasa ingin tahu mnegalahkan logika anak. Masa ini merupakan fase pembentukkan identitas. Masa ini sangat tepat untuk diajarkan sopan santun.

Anak semakin gesit , aktif dan lincah. Mereka tidak bisa duduk tenang.sibuk bermain. Jika sudah begitu apapun mereka bisa lupakan. Makan, mandi.. emmm, karena saking asyiknya main, apalagi jika sedang bermain kelompok.

Pada usia ini , jangan salah lho.. anak sudah mempunyai kelompok … senang berkelompok. Namun jika ada anak baru yang pindahan, ia akan mengalami masalah, Why? Ya… karena ditempat barunya itu , biasanya anak- anak sudah memiliki kelompok tetap. Jika ada anak baru maka akan susah diterima sebangai kelompok yang sama intimnya. Jika orang tua, Ustadz/ Ustadzah tidak membantu, semakin lama anak akan semakin terkucil.

Saran untuk para orangtua : untuk mengatasi hal tersebut ,maka adakanlah semacam acara (misalkan tasyakuran) secara periodik. Anak- anak disekitar anda tinggal diundang untuk datang ke rumah anda. Nah… seringnya anak- anak datang main ke rumah anda, akan membantu sosialisasi anak- anak anda.

Perlu dipahami juga ya, anak- anak pada usia ini sudah bisa diajak berkomunikasi dengan lancar. Dan jika membaca sudah dikenalkan sejak dini dengan cara menarik., pada usia ini biasanya anak sudah bisa membaca.

Stimulasi yang bisa dilakukan :

  1. Ajarkan pada anak akan konsep benar- salah. Jika sudah diajarkan demikian, biasakan agar anak mengakui dan meminta maaf jika melakukan kesalahan. Ajari kata- kata yang paling penting yaitu : TERIMA KASIH, TOLONG, MAAF. Lakukan teladan yang secukupnya!!.

Sebuah hadits berbunyi, yang artinya : dari ibnu Hibban meriwayatkan dari Anas Radiyallahu anhu, Nabi Salallahu Alaihi Wa salam bersabda : “ ………. Apabila anak telah mencapai enam tahun, maka hendaklah diajarkan sopan santun…. (HR. Ibnu Hibban)

  1. Ajarkan sopan santun, serta sediakan benda- benda yang bisa mereka curahkan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Misalnya : sediakan bulu unggas, nanti dibuat sulak tentunya dengan komando Ustadz/ zah ataupun orangtuanya., kain bekas untuk dibuat keset dan lain- lain.

Selamat Mencoba!!!

Umur tujuh tahun

Pada umur kisaran ini, anak punyai kemampuan awal untuk membedakan baik dan buruk, serta benar dan salah melalui penalarannya. Kemampuan seperti ini memungkinkan anak belajar syariat.

Selain itu, anak pada umur tujuh tahun suka mengumpulkan sesuatu yang dianggap menarik. Bisa uang, gambar- gambar, dan banyak lagi macamnya. Jadi seringlah masa ini disebut dengan masa pengumpulan.

Anak sudah bisa berpikir logis, terutama berpikir sebab akibat. Tetapi belum teliti dan masih sangat sederhana. Hal – hal yang ada di tempat dan waktu yang sama sering dianggap berhubungan sebab akibat.

Perasaan ingin diterima dan dihargai sangat kuat. Terutama sekali penerimaan dan penghargaan dari kelompok nya. Jika tidak diterima maka ia akan sediih dan kecewa.

Stimulasi yang dilakukan :

Pada usia tujuh tahun (tepatnya 7- 10 tahun) , anak memasuki tahap tamyiz (pra pubertas). Bagi mumayyiz (anak yang sudah memasuki tahap tamyiz) belajar sudah menjadi wajib.

Kita bisa melakukan stimulasi yang arahnya untuk membangkitkan motivasi belajar anak, sekaligus diharuskan mengajarkan syariat islam. Syariat yang pertama kali diajarkan adalah Sholat.

Abu Dawud dan Hakim meriwayatkan dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya Bahwa Rosulullah Salallahu Alahi wa Salam bersabda :” Perintahkan anak- anakmu untuk melakukan sholat apabila mereka telah berusia tujuh tahun, dan apabila mereka telah berusia sepuluh tahun , maka pukullah mereka (bila tidak sholat) dan pisahkan tempat tidur mereka (HR. Abu Dawud dan Hakim).

Masa ini adalah masa pengumpulan. Kita bisa merancang kegiatan yang berkaitan dengan pengumpulan. Misalnya mengumpulkan biji- bijian , tumbuh- tumbuhan ataupun yang lainnya.

Kita bisa mengajak anak untuk bermain tebak – tebakkan . Deskripsikan ciri- cirinya secara detail, lalu anak- anak disuruh untuk menebaknya. Atau bisa sebaliknya, anak- anak yang mendeskipsikan (meskipun tidak sedetail kita) lalu kita yang menebak.

Umur delapan tahun

Anak usia ini sudah berusaha mandiri. Ia akan bangga jika menyelesaikan masalahnya sendiri. Karena dengan begitu mereka akan merasa terhormat. Ia akan kecewa jika harus dibantu.

Kebutuhan akan perlindungan dari orang tua sudah semakin berkurang. Karena itu, meskipun ia mengharhai otoritas (termasuk orangtuanya) mereka tidak ingin dikekang.

Stimulasi yang dilakukan :

Emm… kita sebagai Ustadz/ zah atau teman lah untuk mereka bisa melakukan kreasi misalkan manfaatkan barang atau benda disekitar kita, lalu kita beri fungsi lain. Misalkan bagikan makanan pada mereka yang dibungkus daun. Lalu kita tanyakan pada mereka , hal – hal lain apa yang memanfaatkan daun, daun dapat diciptakan untuk apa saja dll.

Umur Sembilan tahun

Umur ini, untuk anak perempuan merupakan umur yang memasuki tahap kedewasaan , bisa dikatakan lebih awal dari anak- laki- laki.. Usia Sembilan tahun atau lebih pada anak- anak perempuan biasanya sudah memasuki tahap baligh (dewasa/ adolesen). Ia mengalami haid. Sementara pada anak laki- laki biasanya baru memasuki tahap murahaqah (pubertas) , satu tingkat di bawah tahap baligh.

Nah karena sudah baligh , maka anak perempuan usia ini telah menjadi Mukallafah , apa itu ?? Coba cocokkan jawabamu!!! Yaph… benar sekali, mukallafah yaitu sudah dibebani kewajiban- kewajiban syariat. Tetapi untuk masalah ekonomi, para mukallafah ini terbebas. Terbebas dari tanggungan ekonomi.

Bingung ngga maksudnya apa ??? ya… seorang mukallafah ini masih jadi tanggungan orangtua, terutama ekonominya, hal itu pada saat belum menikah. Namun setelah menikah tanggung jawab ekonomi ada pada suami nya… kira- kira seperti itu.

Jika pada usia tersebut , perempuan belum mampu maka selambat- lambatnya pada usia 17 tahun harus sudah bertanggung jawab penuh terhadap ibadahnya, munakahah, dan jinayahnya. Ia sekali lagi terbebas dari tanggung jawab ekonomi.

Menurut sumber buku yang penulis baca.. untuk laki- laki, mencapai periode baligh kurang lebih saat berusia 15 tahun (atau antara 14- 16 tahun) . Pada saat ini, laki- laki telah menjadi mukallaf , yaitu sudah dibebankan kewajiban – kewajiban Syariat. Sudah harus mandiri, padanya sudah dibebankan tanggun jawab , sudah harus mandiri.

Pada umumnya anak usia Sembilan tahun (baik laki- laki maupun perempuan) sudah dapat bekerjasama dengan lain jenis. Pada masa ini, ia memiliki teman akrab sebanyak- banyaknya, terutama teman dari jenisnya sendiri ( baik jenis kelamin atau hobi).

Stimulasi yang dilakukan:

Stimulasi keagamaan dapat ustadz/ zah ataupun orangtua lakukan seperti usia sebelumnya dan tingkatkan stimulasi tersebut, mendekati stimulasi untuk anak usia sepuluh tahun.

Stimulasi untuk kreativitasnya antara lain kita bisa mengajak anak- anak membuat hiasan dinding. Apapun bahan yang anak gunakan kita setujui. Musalkan kerang, pohon bambu, kertas dan lain- lain. Intinya , member fungsi atau manfaat lain dari sebuah benda. Manfaat yang barang kali belum umum. Atau sudah umum bagi kita tetapi belum umum bagi anak- anak.

Umur sepuluh tahun

Usia sepuluh tahun (tepatnya usia 10- 14 tahun) seorang anak memasuki tahap murahaqah ( masa transisi) . Pada masa ini anaksudah amrad (sudah besar). Orang- orang menyebut anak amrad ini dengan sebutan ABG (Anak Baru Gedhe).

Pada masa ini anak harus sudah tidur sendiri, tidak dengan orangtua tidak dengan saudara- saudaranya yang lain jenis.

Syariat islam & Al- Quran harus sudah diajarkan tuntas… tas tas. Nasehat- nasehat islami harus selalu dan senantiasa diberikan pada anak- anak ABG ini. Ajarkan kewajibannya sebagai seorang Muslim , dan perintahkan untukan kont melaksanakannya secara konsisten dan kontinyu. Bila melanggar jangan segn- segan menghukum yang adil dn setimpal .

Abu dawud dan Hakim meriwayatkan dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya , Bahwa Rosulullah Salallahu Alaihi Wa salam bersabda : “ Perintahkan anak- anak mu untuk melakukan sholat apabila mereka telah berusia tujuh tahun , dan apabila mereka telah berusia sepuluh tahun , maka pukullah mereka (bila tidak sholat) dan pisahkan tempat tidur mereka(HR. Abu Dawud dan Hakim).

Stimulasi yang dapat diberikan :

Bagi orangtua, dianjurkan untuk membuat kamar sendiri (pribadi ) untuk anak usia sepuluh tahun. Karena umur sepuluh tahun anak harus sudah tidur sendiri, tidak boleh dengan orang tua ataupun saudara- saudaranya yang lain jenis.

Bagi Ustadz/ zah ataupun orangtua jadilah guru bagi anak- anak, tugas orangtua mencarikan guru yang tepat. Yang mengajarkan syariat Islam dan Al- Quran , juga mengajarkan nasehat- nasehat islami. Termasuk mengajarkan kewajiban sebagai seorang Muslim. Setelah guru ( kita atau guru lain ) memberikan ajarannya , kita lalu dapat memerintahkan anak untuk melaksanakan secara konsisten dan kontinyu. Bila melanggar berikan hukuman , hukuman disini bermaksud bukan untuk menyakiti namun memperingatkan.

Selain stimulus agam, stimulus kreativitas pun penting, masih sama dengan anak usia Sembilan tahun. Hanya saja kita bisa menambahkan al yang belum ada pada anak usia Sembilan tahun.

Misalkan : Ustadz mengajak santri putranya membuat ketapel. Kegiatan ini ada nilai kreativitasnya. Cabang kayu yang tidak berguna, bisa kita ciptakan kegunaanya , misalnya digunakan untuk membuat ketapel tadi. Dapat juga, mengajak anak usia ini mengerjakan pekerjaan rumah dengan menyenangkan. Misalkan untu Santri wati membantu Ustadzah menyiapkan makanan untuk acara kajian di Masjid, Santri wan membantu ustadz mengepel lantai masjid, mengecat….bersama- sama belajar desain grafis dan hal Kreatif lainnya!!

Umur sebelas tahun

Hubungan pertemanan, persahabatan semakin akrab. Pada usia ini geng (kelompok bermain) mencapai tingkat kekompakkan yang sangat tinggi. Karena kekompakkan yang sangat tinggi, maka anak akan saling meindungi , terutama dari kelompok lain.

Bersama dengan kelompoknya, anak biasanya ingin menunjukkan kehebatannya. Sehingga bisa kita jumpai, anak usia tersebut mencuri mangga, mencuri jambu, memanjat pohon yang sangat tinggi, bersepeda sampai jauh… emm pokoknya hal- hal yang menunjukkan kehebatan. Ia ingin diakui kehebatannya, terutama diakui oleh kelompoknya. Namanya juga anak- anak, jika dilarang pasti nekad. Karena rasa ingin tahu mereka masih besar. Maka biarkan saja mereka berkreasi, namun kewajiban kita adalah mengarahkan yang benar,tegur jika salah. Jelaskan dampak- dampak jika mereka akan mengambil sebuah keputusan, pertimbangkan baik dan buruknya, biarkan mereka yang mengambil keputusan tersebut sendiri.

Stimulasi yang diberikan :

Anak- anak bisa kita ajak membuat semacam pra karya. Misalnya : Membuat menara dari kertas bekas atau kertas Koran. Intinya memang ada “ barang baru” dari sesuatu “ yang lama”. Itu inti kreativitas.

Umur Dua belas tahun

Jean Piaget (1958) seorang tokoh psikologi perkembangan menyebutkan bahwa periode yang dimulai pada usia 12 tahun merupakan periode of formal operation . Pada masa ini yang berkembnag adalah kemampuan simbolik . Anak sudah dapat mempelajari hal- hal yang abstrak tanpa bantuan objek yang konkret.

Anak telah memahami hal- hal yang bersifat imajinatif . Ia memahami segala sesuatu secara bermakna (Meaningfully ) tanpa bantuan objek yang visua sekalipun , anak sudah dapat memahami.

Anak pada saat ini telah mengambangkan kemampuan berfikir abstrak sekaligus hipotetik. Ia sudah mampu menalar secara sistematis dan mampu menarik kesimpulan – kesimpulan . Ia dapat menerima ketidakkonsistenan suatu pernyataan dan merefleksi serta menguji pendapat- pendapatnya.

Logika anak usia dua belas tahun sudah sangat maju.

2 thoughts on “Kenali Karakteristik Anak (Umur 5- 12 Tahun)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s